Selasa, 26 Maret 2013

TAHAP-TAHAP PERENCANAAN AUDIT


Langkah-langkah penting dalam merencanakan audit adalah :
1.      Memperoleh Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri Klien
Agar dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transakasi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
Penting bagi auditor untuk memahami aspek-aspek kunci dari siklus bisnis klien. Siklus ini dimulai ketika satu organisasi membawa tujuan dan sumberdayanya secara bersamaan. Siklus bisnis terus berjalan seperti suatu organisasi memahami kekuatan pasar dam peraturan yang mendefinisikan lingkungan ompetitif, dan membuat keputusan penting yang berkenaan dengan penyebaran sumberdaya-sumberdaya ke dalam proses inti untuk memperoleh konsumen serta mendistribusikan produk dan jasanya.
Proses-proses inti ini harus menghasilkan profitabilitas, arus kas operasi, dan bergantung pada tujuan organisasi, pertumbuhan dan peningkatan nilai. Jasa bernilai tambah penting yang ditawarkan akuntan publik berkaitan dengan penilaian bisnis dan menjelaskan bagaimana arus kas dan pengembangan sumberdaya yang berkaitan dengan nilai organisasi.
Entitas kemudian harus mengelola arus kasnya untuk mengembangkan sumberdaya-sumberdaya serta mempertahankan likuiditas dan solvabilitas. Pada tahap ini suatu entitas harus menentukan sumberdaya tambahan yang diperlukan, bagaimana sumber daya tersebut akan didanai, apakah entitas memerlukan tambahan modal dari luar, dan apakah entitas memiliki dana yang cukup untuk membayar kembali pinjaman. Siklus bisnis berlanjut sejalan dengan organisasi mempertimbangkan kembali tujuannya dan penyebaran sumberdaya-sumberdaya pentingnya.
Terdapat beberapa aspek kritis dari siklus bisnis yang penting bagi auditor untuk dipahami. Hal tersebut termasuk :
a.       Manajemen, tujuan manajemen, dan sumberdaya-sumberdaya organisasi.
b.      Produk dan jasa, pasar, pelanggan, dan persaingan entitas.
c.       Proses inti dan siklus operasional entitas.
d.      Keputusan investasi dan pembiayaan entitas.
Prosedur untuk memahami bisnis dan industri :
a.         me-review data industri
b.         me-review informasi bisnis kecil
c.         mengadakan tinjauan operasi klien
d.        mengajukan pertanyaan kepada komite audit
e.         mengajukan pertanyaan kepada manajemen
f.          me-review kertas kerja tahun lalu
g.         menentukan keberadaan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa
2.      Melaksanakan prosedur analitik.
Prosedur analitis (pengujian analitis) di definisikan dalam PSA 22 (SA329) sebagai evaluasi atas informasi keuangan yang di lakukan dengan mempelajari hubungan logis antara data keuangan dan non keuangan.
Prosedur analitis digunakan dalam audit untuk tujuan berikut :
a.       Dalam tahap perencanaan audit, untuk membantu auditor dalam merencanakan sifat, waktu dan luasnya prosedur audit lainnya
b.      Dalam tahap pengujian, sebagai pengujian substantif untuk memperoleh bukti mengenai asersi tertentu yang berhubungan dengan saldo akun atau transaksi.
c.       Pada penyelesaian audit, dalam melakukan review akhir terhadap kelayakan keseluruhan laporan keuangan yang diaudit.
Langkah-langkah yang terlibat dalam melaksanakan prosedur analitis yaitu :
a.       Mengidentifikasi perhitungan atau perbandingan yang akan dilakukan
Jenis perhitungan dan perbandingan data yang digunakan adalah :
-          Perbandingan data absolut
Prosedur ini membandingkan jumlah saat ini,s eperti saldo akun, dengan suatu jumlah yang diharapkan atau diprediksi.
-          Laporan keuangan ukuran umum
Prosedur ini membandingkan presentasi dari total yang berhubungan yang direpresentasikan oleh komponen laporan keuangan dengan jumlah yang diharapkan.
-          Analisis rasio
Sejumlah rasio yang seringkali digunakan oleh manajemen atau analisis keuangan dapat dihitung dan dibandingkan dengan nilai yang diharapkan untuk rasio tersebut. Jumlah dari hasil perhitungan dapat dianalisis secara individual atau dalam kelompok yang berhubungan seperti rasio solvabilitas, efisiensi, dan profitabilitas.
-          Analisis tren
Analisis tren melibatkan perbandingan beberapa data bagi lebih dari dua periode akuntansi untuk mengidentifikasi perubahan penting yang mungkin tidak nyata dari perbandingan yang terbatas pada periode saat ini dan periode masa lalu
-          Hubungan informasi keuangan dengan informasi nonkeuangan
Data nonkeuangan seperti jumlah karyawan, luas ruang penjualan, dan volume barang yang diproduksi mungkin berguna dalam memperkirakan saldo akun yang berhubungan seperti beban gaji, penjualan, dan harga pokok produksi.
b.      Mengembangkan ekspektasi
Dasar pemikiran yang mendasari prosedur analitis dalam audit adalah hubungan antardata dapat diharapkan untuk terus berlanjut dalam ketidakberadaan kondisi yang diketahui atau sebaliknya. Selain itu, penting bagi auditor untuk mengembangkan secara independen ekspektasi sebelum melaksanakan perhitungan mengenai data klien sehingga perbandingan akhir tidak bias, dasar pemikiran ini digunakan dalam mengembangkan ekspektasi dari berbagai sumber.
-          Informasi keuangan klien untuk periode masa lalu yang daoat dibandingan memberikan pertimbangan bagi perubahan yang diketahui. Secara sederhana diasumsikan bahwa suatu saldo akun periode berjalan, persentase ukuran umum, rasio atau hubungan antara data keuangan dan data nonkeuangan harus memperkirakan jumlah periode masa lalu.
-          Hasil yang diantisipasi berdasarkan anggaran formal dan peramalan. Pendekatan ini termasuk anggaran yang disiapkan klien, dan peramalan yang disiapkan oleh auditor.
-          Hubungan antara elemen-elemen informasi keuangan dalam suatu periode. Hal ini termasuk mempertimbangkan bagaimana perubahan dalam satu aun diharapkan akan mempengaruhi akun lainnya.
-          Data industri. Persentase ukuran umum, rasio, dan data tren perusahaan dalam suatu industri tersedia untuk tujuan perbandingan dari sumber-sumber.

c.       Melaksanakan perhitungan atau perbandingan.
Langkah ini termasuk mengakumulasi data yang akan digunakan dalam menghitung jumlah absolut dan persentase perbedaan antara jumlah saat ini dan tahun lal, menghitung data ukuran umum serta data rasio, dan lain sebagainya. Selain itu, langkah ini juga termasuk pengumpulan data industri untuk tujuan perbandingan.
d.      Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan.
Analisis mengenai data rasio yang tepat menyediakan penilaian berkelanjutan atas solvabilitas, efisiensi dan profitabilitas relatig terhada tahun lalu dan terhadap perusahaan lain dalam industri yang sama. Secara serupa, perbandingan data entitas tahun berjalan dan tahun lalu akan membantu auditor untuk memahami dampak kejadian atau keputusan penting terhadap laporan keuangan entitas.
e.       Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan tersebut.
Hal ini biasanya melibatkan pertimbangan ulang metode-metode dan faktor-faktor yang digunakan dalam mengembangkan ekspektasi dan mengajukan pertanyaan kepada manajemen.
f.       Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit.
Perbedaan signifikan yang tidak dapat dijelaskan biasanya dianggap sebagai indikasi suatu peningkatan risiko salah saji dalam akun-akun yang terlibat dalam perhitungan perbandingan. Dalam kasus ini, auditor biasanya akan merencanakan untuk melaksanakan pengujian yang ebih mendetil terhadap akun-aku tersebut. Prosedur analitis sering menyediakan auditor petunjuk mengenai apakah suatu akun lebih mungkin dinyatakan lebih saji atau kurang saji. Dengan mengarahkan perhatian auditor terhadap bidang-bidang yang memiliki risiko lebih tinggi, prosedur analitis dapat memberikan kontribusi bagi pelaksanaan audit yang lebih efektif dan efisien.
3.      Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
a. Tingkat laporan keuangan
b. Tingkat saldo akun
Material awal perlu ditetapkan karena pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan diterapkan pada laporan keuangan sebagai keseluruhan.
4.    Mempertimbangkan risiko bawaan
Risiko bawaan (inberent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun. Risiko pengendalian (control risk) suatu risiko tidak dapat dicegahnya salah saji material dalam suatu saldo akunatan asersi tentang suatu saldo akun oleh pengendalian intern. Risiko deteksi (detection risk) suatu risiko tidak terdeteksinya salah saji material dalam suatu saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun oleh prosedur audit yang dilaksanakan oleh auditor. Risiko audit suatu risiko kegagalan auditor dalam memodifikasi pendapatannya atas laporan keuangan yang secara material disajikan salah.
5.    Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
Tujuan akhir perencanaan dan pelaksanaan audit yang dilakukan auditor adalah untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang rendah, untuk mendukung pendapat apakah, dalam semua hal yang material, laporan keuangan disajikan secara wajar. Tujuan ini diwujudkan melalui pengumpulan dan evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen.Karena keterkaitan antara bukti audit, materialitas, dan komponen risiko audit (risiko bawaan, risiko pengendalian, danm risiko deteksi), auditor dapat memilih strategi audit awal dalam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi.
6.    Memahami pengendalian intern klien
Penyajian laporan keuangan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di in donesia mewajibkan klien untuk melaksanakan peraturan-peraturan pemerintah dan perjanjian-perjanjian legal yang lain. Jika material, informasi mengenai kewajiban legal klien, harus dijelaskan dalam laporan keuangan.
Sebelum memulai verifikasi dan analisis terhadap transaksi dan akun tertentu, auditor perlu memahami kewajiban-kewajiban legal dan perjanjian-perjanjian yang menyangkut klien. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini:
1. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
2. Perjanjian persekutuan (partnership agreement)
3. Notulen rapat direksi dan pemegang saham
4. Kontrak
5.Peraturan-peraturan pemerintah yang secara langsung menyangkut perusahaan klien
6. Arsip korespondensi


Selasa, 19 Maret 2013

10 STANDAR AUDITING

10 standar ini ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia yang dijadikan pedoman audit dalam laporan keuangan historis yang terdiri dari 3 standar yaitu :
- Standar umum
* latihan teknis dan keahlian profesi
*sikap independen
*kemahiran seksama
Jadi auditor harus memiliki keahlian profesi dan pernah mengikuti latihan teknis yang cukup. Berhubungan dengan perikatan auditor harus selalu bersikap independensi. Dan dalam pelaksanaan pekerjaannya auditor harus menggunakan kemahiran profesionalitasnya secara cermat dan seksama.

- Standar pekerjaan lapangan
* Rencana dan supervisi
* Pengendalian internal
* Bukti yang cukup kompeten
Jadi pelaksanaan pekerjaan auditor harus drencanakan dengan sebaik"nya, jika menggunakan asisten perlu di supervisi. Perlu pemahaman memadai tentang pengendalian internal.Bukti audit yang kompeten harus diperoleh dari inspeksi, pengamatan, konfirmasi atau lainnya.

- Standar pelaporan
* Prinsip akuntansi yang berlaku umum
* Ketidakkonsistensian
* Pengungkapan informatif
* Opini keseluruhan
Jadi laporan auditor harus menyatakan bahwa laporan keuangan telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan auditor harus menunujukkan jika ada ketidakkonsistensian penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.

Rabu, 31 Oktober 2012

Rabu, 17 Oktober 2012

DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN DI INDONESIA



NAMA KABUPATEN/KOTA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM :
  1. Kabupaten Aceh Barat (Meulaboh)
  2. Kabupaten Aceh Barat Daya (Blangpidie)
  3. Kabupaten Aceh Besar (Kota Jantho)
  4. Kabupaten Aceh Jaya (Calang)
  5. Kabupaten Aceh Selatan (Tapak Tuan)
  6. Kabupaten Aceh Singkil (Singkil)
  7. Kabupaten Aceh Tamiang (Karang Baru)
  8. Kabupaten Aceh Tengah (Takengon)
  9. Kabupaten Aceh Tenggara (Kutacane)
  10. Kabupaten Aceh Timur (Idi Rayeuk)
  11. Kabupaten Aceh Utara (Lhoksukon)
  12. Kabupaten Bener Meriah (Simpang Tiga Redelong)
  13. Kabupaten Bireun (Bireun)
  14. Kabupaten Gayo Lues (Blang Kejeren)
  15. Kabupaten Nagan Raya (Suka Makmue)
  16. Kabupaten Pidie (Sigli)
  17. Kabupaten Pidie Jaya (Meureudu)
  18. Kabupaten Simeulue (Sinabang)
  19. Kota Banda Aceh (Banda Aceh)
  20. Kota Langsa (Langsa)
  21. Kota Lhokseumawe (Lhokseumawe)
  22. Kota Sabang (Sabang)
  23. Kota Subulussalam (Subulussalam)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA UTARA :
  1. Kabupaten Asahan (Kisaran)
  2. Kabupaten Batu Bara (Limapuluh)
  3. Kabupaten Dairi (Sidikalang)
  4. Kabupaten Deli Serdang (Lubuk Pakam)
  5. Kabupaten Humbang Hasundutan (Dolok Sanggul)
  6. Kabupaten Karo (Kabanjahe)
  7. Kabupaten Labuhanbatu (Rantau Prapat)
  8. Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Kota Pinang)
  9. Kabupaten Labuhanbatu Utara (Aek Kanopan)
  10. Kabupaten Langkat (Stabat)
  11. Kabupaten Mandailing Natal (Panyabungan)
  12. Kabupaten Nias (Gunung Sitoli)
  13. Kabupaten Nias Barat (**********)
  14. Kabupaten Nias Selatan (Teluk Dalam)
  15. Kabupaten Nias Utara (**********)
  16. Kabupaten Padang Lawas (Sibuhuan)
  17. Kabupaten Padang Lawas Utara (Gunung Tua)
  18. Kabupaten Pakpak Bharat (Salak)
  19. Kabupaten Samosir (Pangururan)
  20. Kabupaten Serdang Bedagai (Sei Rampah)
  21. Kabupaten Simalungun (Raya)
  22. Kabupaten Tapanuli Selatan (Sipirok)
  23. Kabupaten Tapanuli Tengah (Pandan)
  24. Kabupaten Tapanuli Utara (Tarutung)
  25. Kabupaten Toba Samosir (Balige)
  26. Kota Binjai (Binjai)
  27. Kota Gunung Sitoli (**********)
  28. Kota Medan (Medan)
  29. Kota Padang Sidempuan (Padang Sidempuan)
  30. Kota Pematang Siantar (Pematang Siantar)
  31. Kota Sibolga (Sibolga)
  32. Kota Tanjung Balai (Tanjung Balai)
  33. Kota Tebing Tinggi
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA BARAT :
  1. Kabupaten Agam (Lubuk Basung)
  2. Kabupaten Dharmasraya (Pulau Punjung)
  3. Kabupaten Kepulauan Mentawai (Tuapejat)
  4. Kabupaten Lima Puluh Kota (Sarilamak)
  5. Kabupaten Padang Pariaman (Parit Malintang)
  6. Kabupaten Pasaman (Lubuk Sikaping)
  7. Kabupaten Pasaman Barat (Simpang Empat)
  8. Kabupaten Pesisir Selatan (Painan)
  9. Kabupaten Sijunjung (Muaro Sijunjung)
  10. Kabupaten Solok (Arosuka)
  11. Kabupaten Solok Selatan (Padang Aro)
  12. Kabupaten Tanah Datar (Batusangkar)
  13. Kota Bukittinggi (Bukittinggi)
  14. Kota Padang (Padang)
  15. Kota Padangpanjang (Padangpanjang)
  16. Kota Pariaman (Pariaman)
  17. Kota Payakumbuh (Payakumbuh)
  18. Kota Sawahlunto (Sawahlunto)
  19. Kota Solok (Solok)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI JAMBI :
  1. Kabupaten Batang Hari (Muara Bulian)
  2. Kabupaten Bungo (Muara Bungo)
  3. Kabupaten Kerinci (Sungaipenuh)
  4. Kabupaten Merangin (Bangko)
  5. Kabupaten Muaro Jambi (Sengeti)
  6. Kabupaten Sarolangun (Sarolangun)
  7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal)
  8. Kabupaten Tanjung Timur (Muara Sabak)
  9. Kabupaten Tebo (Muara Tebo)
  10. Kota Jambi (Jambi)
  11. Kota Sungai Penuh (Sungai Penuh)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI RIAU :
  1. Kabupaten Bengkalis (Bengkalis)
  2. Kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan)
  3. Kabupaten Indragiri Hulu (Rengat)
  4. Kabupaten Kampar (Bangkinang)
  5. Kabupaten Kepulauan Meranti (Selatpanjang)
  6. Kabupaten Kuantan Singingi (Teluk Kuantan)
  7. Kabupaten Pelalawan (Pangkalan Kerinci)
  8. Kabupaten Rokan Hilir (Ujung Tanjung/Bagan Siapi-api)
  9. Kabupaten Rokan Hulu (Pasir Pengarayan)
  10. Kabupaten Siak (Siak Sri Indrapura)
  11. Kota Dumai (Dumai)
  12. Kota Pekanbaru (Pekanbaru)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KEPULAUAN RIAU :
  1. Kabupaten Bintan (Bandar Seri Bentan)
  2. Kabupaten Karimun (Tanjung Balai Karimun)
  3. Kabupaten Kepulauan Anambas (Tarempa)
  4. Kabupaten Lingga (Daik,Lingga)
  5. Kabupaten Natuna (Ranai,Bunguran Timur)
  6. Kota Batam (Batam)
  7. Kota Tanjung Pinang (Tanjung Pinang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA SELATAN :
  1. Kabupaten Banyuasin (Banyuasin)
  2. Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi)
  3. Kabupaten Lahat (Lahat)
  4. Kabupaten Muara Enim (Muara Enim)
  5. Kabupaten Musi Banyuasin (Sekayu)
  6. Kabupaten Musi Rawas (Lubuk Linggau)
  7. Kabupaten Ogan Ilir (Indralaya)
  8. Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kayu Agung)
  9. Kabupaten Ogan Komering Ulu (Baturaja)
  10. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Muaradua)
  11. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (Martapura)
  12. Kota Lubuklinggau (Lubuklinggau)
  13. Kota Pagar Alam (Pagar Alam)
  14. Kota Palembang (Palembang)
  15. Kota Prabumulih (Prabumulih)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI BANGKA BELITUNG :
  1. Kabupaten Bangka (Sungailiat)
  2. Kabupaten Bangka Barat (Toboali)
  3. Kabupaten Bangka Selatan (Mentok)
  4. Kabupaten Bangka Tengah (Koba)
  5. Kabupaten Belitung (Tanjungpandan)
  6. Kabupaten Belitung Timur (Manggar)
  7. Kota Pangkal Pinang (Pangkal Pinang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI BENGKULU :
  1. Kabupaten Bengkulu Selatan (Kota Manna)
  2. Kabupaten Bengkulu Tengah (Karang Tinggi)
  3. Kabupaten Bengkulu Utara (Arga Makmur)
  4. Kabupaten Kaur (Bintuhan,Kaur Selatan)
  5. Kabupaten Kepahiang (Kepahiang)
  6. Kabupaten Lebong (Muara Aman)
  7. Kabupaten Mukomuko (Mukomuko)
  8. Kabupaten Rejang Lebong (Curup)
  9. Kabupaten Seluma (Tais)
  10. Kota Bengkulu (Bengkulu)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI LAMPUNG :
  1. Kabupaten Lampung Barat (Liwa)
  2. Kabupaten Lampung Selatan (Kalianda)
  3. Kabupaten Lampung Tengah (Gunungsugih)
  4. Kabupaten Lampung Timur (Sukadana)
  5. Kabupaten Lampung Utara (Kotabumi)
  6. Kabupaten Mesuji (**********)
  7. Kabupaten Pesawaran (Gedong Tataan)
  8. Kabupaten Tanggamus (Kotaagung)
  9. Kabupaten Tulang Bawang (Menggala)
  10. Kabupaten Tulang Bawang Barat (**********)
  11. Kabupaten Way Kanan (Blambangan Umpu)
  12. Kota Bandar Lampung (Bandar Lampung)
  13. Kota Metro (Metro)
  14. Kota Pringsewu (**********)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT :
  1. Kabupaten Bandung (Soreang)
  2. Kabupaten Bandung Barat (Ngamprah)
  3. Kabupaten Bekasi (Bekasi)
  4. Kabupaten Bogor (Cibinong)
  5. Kabupaten Ciamis (Ciamis)
  6. Kabupaten Cianjur (Cianjur)
  7. Kabupaten Cirebon (Sumber)
  8. Kabupaten Garut (Garut)
  9. Kabupaten Indramayu (Indramayu)
  10. Kabupaten Karawang (Karawang)
  11. Kabupaten Kuningan (Kuningan)
  12. Kabupaten Majalengka (Majalengka)
  13. Kabupaten Purwakarta (Purwakarta)
  14. Kabupaten Subang (Subang)
  15. Kabupaten Sukabumi (Sukabumi)
  16. Kabupaten Sumedang (Sumedang)
  17. Kabupaten Tasikmalaya (Singaparna)
  18. Kota Bandung (Bandung)
  19. Kota Banjar (Banjar)
  20. Kota Bekasi (Bekasi)
  21. Kota Bogor (Bogor)
  22. Kota Cimahi (Cimahi)
  23. Kota Cirebon (Cirebon)
  24. Kota Depok (Depok)
  25. Kota Sukabumi (Sukabumi)
  26. Kota Tasikmalaya (Tasikmalaya)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI BANTEN :
  1. Kabupaten Lebak (Rangkasbitung)
  2. Kabupaten Pandeglang (Pandeglang)
  3. Kabupaten Serang (Serang)
  4. Kabupaten Tangerang (Tigaraksa)
  5. Kota Cilegon (Cilegon)
  6. Kota Serang (Serang)
  7. Kota Tangerang (Tangerang)
  8. Kota Tangerang Selatan (**********)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI DKI JAKARTA :
  1. Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu (Pulau Pramuka)
  2. Kota Administratif Jakarta Barat (Jakarta Barat)
  3. Kota Administratif Jakarta Pusat (Jakarta Pusat)
  4. Kota Administratif Jakarta Selatan (Jakarta Selatan)
  5. Kota Administratif Jakarta Timur (Jakarta Timur)
  6. Kota Administratif Jakarta Utara (Jakarta Utara)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH :
  1. Kabupaten Banjarnegara (Banjarnegara)
  2. Kabupaten Banyumas (Purwokerto)
  3. Kabupaten Batang (Batang)
  4. Kabupaten Blora (Blora)
  5. Kabupaten Boyolali (Boyolali)
  6. Kabupaten Brebes (Brebes)
  7. Kabupaten Cilacap (Cilacap)
  8. Kabupaten Demak (Demak)
  9. Kabupaten Grobogan (Purwodadi)
  10. Kabupaten Jepara (Jepara)
  11. Kabupaten Karanganyar (Karanganyar)
  12. Kabupaten Kebumen (Kebumen)
  13. Kabupaten Kendal (Kendal)
  14. Kabupaten Klaten (Klaten)
  15. Kabupaten Kudus (Kudus)
  16. Kabupaten Magelang (Mungkid)
  17. Kabupaten Pati (Pati)
  18. Kabupaten Pekalongan (Kajen)
  19. Kabupaten Pemalang (Pemalang)
  20. Kabupaten Purbalingga (Purbalingga)
  21. Kabupaten Purworejo (Purworejo)
  22. Kabupaten Rembang (Rembang)
  23. Kabupaten Semarang (Ungaran)
  24. Kabupaten Sragen (Sragen)
  25. Kabupaten Sukoharjo (Sukoharjo)
  26. Kabupaten Tegal (Slawi)
  27. Kabupaten Temanggung (Temanggung)
  28. Kabupaten Wonogiri (Wonogoro)
  29. Kabupaten Wonosobo (Wonosobo)
  30. Kota Magelang (Magelang)
  31. Kota Pekalongan (Pekalongan)
  32. Kota Salatiga (Salatiga)
  33. Kota Semarang (Semarang)
  34. Kota Surakarta (Surakarta)
  35. Kota Tegal (Tegal)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI DI YOGYAKARTA :
  1. Kabupaten Bantul (Bantul)
  2. Kabupaten Gunung Kidul (Wonosari)
  3. Kabupaten Kulonprogo (Wates)
  4. Kabupaten Sleman (Sleman)
  5. Kota Yogyakarta (Yogyakarta)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR :
  1. Kabupaten Bangkalan (Bangkalan)
  2. Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi)
  3. Kabupaten Blitar (Blitar)
  4. Kabupaten Bojonegoro (Bojonegoro)
  5. Kabupaten Bondowoso (Bondowoso)
  6. Kabupaten Gresik (Gresik)
  7. Kabupaten Jember (Jember)
  8. Kabupaten Jombang (Jombang)
  9. Kabupaten Kediri (Kediri)
  10. Kabupaten Lamongan (Lamongan)
  11. Kabupaten Lumajang (Lumajang)
  12. Kabupaten Madiun (Madiun)
  13. Kabupaten Magetan (Magetan)
  14. Kabupaten Malang (Kepanjen)
  15. Kabupaten Mojokerto (Mojokerto)
  16. Kabupaten Nganjuk (Nganjuk)
  17. Kabupaten Ngawi (Ngawi)
  18. Kabupaten Pacitan (Pacitan)
  19. Kabupaten Pamekasan (Pamekasan)
  20. Kabupaten Pasuruan (Pasuruan)
  21. Kabupaten Ponorogo (Ponorogo)
  22. Kabupaten Probolinggo (Probolinggo)
  23. Kabupaten Sampang (Sampang)
  24. Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo)
  25. Kabupaten Situbondo (Situbondo)
  26. Kabupaten Sumenep (Sumenep)
  27. Kabupaten Trenggalek (Trenggalek)
  28. Kabupaten Tuban (Tuban)
  29. Kabupaten Tulungagung (Tulungagung)
  30. Kota Batu (Batu)
  31. Kota Blitar (Blitar)
  32. Kota Kediri (Kediri)
  33. Kota Madiun (Madiun)
  34. Kota Malang (Malang)
  35. Kota Mojokerto (Mojokerto)
  36. Kota Pasuruan (Pasuruan)
  37. Kota Probolinggo (Probolinggo)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT :
  1. Kabupaten Bengkayang (Bengkayang)
  2. Kabupaten Kapuas Hulu (Putussibau)
  3. Kabupaten Kayong Utara (Sukadana)
  4. Kabupaten Ketapang (Ketapang)
  5. Kabupaten Kubu Raya (Sungai Raya)
  6. Kabupaten Landak (Ngabang)
  7. Kabupaten Melawi (Nanga Pinoh)
  8. Kabupaten Pontianak (Mempawah)
  9. Kabupaten Sambas (Sambas)
  10. Kabupaten Sanggau (Batang Tarang)
  11. Kabupaten Sekadau (Sekadau)
  12. Kabupaten Sintang (Sintang)
  13. Kota Pontianak (Pontianak)
  14. Kota Singkawang (Singkawang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN SELATAN :
  1. Kabupaten Balangan (Paningin)
  2. Kabupaten Banjar (Martapura)
  3. Kabupaten Barito Kuala (Marabahan)
  4. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kandangan)
  5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai)
  6. Kabupaten Hulu Sungai Utara (Amuntai)
  7. Kabupaten Kotabaru (Kotabaru)
  8. Kabupaten Tabalong (Tanjung)
  9. Kabupaten Tanah Bumbu (Batulicin)
  10. Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari)
  11. Kabupaten Tapin (Rantau)
  12. Kota Banjarbaru (Banjarbaru)
  13. Kota Banjarmasin (Banjarmasin)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN TENGAH :
  1. Kabupaten Barito Selatan (Buntok)
  2. Kabupaten Barito Timur (Tamiang)
  3. Kabupaten Barito Utara (Muara Teweh)
  4. Kabupaten Gunung Mas (Kuala Kurun)
  5. Kabupaten Kapuas (Kuala Kapuas)
  6. Kabupaten Katingan (Kasongan)
  7. Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun)
  8. Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit)
  9. Kabupaten Lamandau (Nanga Bulik)
  10. Kabupaten Seruyan (Kuala Pembuang)
  11. Kabupaten Sukamara (Sukamara)
  12. Kota Palangka Raya (Palangka Raya)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN TIMUR :
  1. Kabupaten Berau (Tanjungredep)
  2. Kabupaten Bulungan (Tanjungselor)
  3. Kabupaten Kutai Barat (Sendawar)
  4. Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong)
  5. Kabupaten Kutai Timur (Sangatta)
  6. Kabupaten Malinau (Malinau)
  7. Kabupaten Nunukan (Nunukan)
  8. Kabupaten Paser (Tanah Grogot)
  9. Kabupaten Penajam Paser Utara (Penajam)
  10. Kabupaten Tana Tidung (Tidung Pale)
  11. Kota Balikpapan (Balikpapan)
  12. Kota Bontang (Bontang)
  13. Kota Samarinda (Samarinda)
  14. Kota Tarakan (Tarakan)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI UTARA :
  1. Kabupaten Bolaang Mongondow (Kotamobagu)
  2. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolaang Uki)
  3. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Tutuyan)
  4. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boroko)
  5. Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna)
  6. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandung Biaro (Ondong Siau)
  7. Kabupaten Kepulauan Talaud (Meloguane)
  8. Kabupaten Minahasa (Tondano)
  9. Kabupaten Minahasa Selatan (Amurang)
  10. Kabupaten Minahasa Tenggara (Ratahan)
  11. Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi)
  12. Kota Bitung (Bitung)
  13. Kota Kotamobagu (Kotamobagu)
  14. Kota Manado (Manado)
  15. Kota Tomohon (Tomohon)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI GORONTALO :
  1. Kabupaten Boalemo (Marisa/Tilamuta)
  2. Kabupaten Bone Bolango (Suwawa)
  3. Kabupaten Gorontalo (Gorontalo)
  4. Kabupaten Gorontalo Utara (Kwandang)
  5. Kabupaten Pohuwato (Marisa)
  6. Kota Gorontalo (Gorontalo)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI TENGAH :
  1. Kabupaten Banggai (Luwuk)
  2. Kabupaten Banggai Kepulauan (Banggai)
  3. Kabupaten Buol (Buol)
  4. Kabupaten Donggala (Donggala)
  5. Kabupaten Morowali (Bungku)
  6. Kabupaten Parigi Moutong (Parigi)
  7. Kabupaten Poso (Poso)
  8. Kabupaten Tojo Una-una (Ampana)
  9. Kabupaten Toli-Toli (Toli-Toli)
  10. Kabupaten Sigi (Sigi Biromaru)
  11. Kota Palu (Palu)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI SELATAN :
  1. Kabupaten Bantaeng (Bantaeng)
  2. Kabupaten Barru (Barru)
  3. Kabupaten Bone (Watampone)
  4. Kabupaten Bulukumba (Bulukumba)
  5. Kabupaten Enrekang (Enrekang)
  6. Kabupaten Gowa (Sunggu Minasa)
  7. Kabupaten Jeneponto (Jeneponto)
  8. Kabupaten Kepulauan Selayar (Benteng)
  9. Kabupaten Luwu (Palopo)
  10. Kabupaten Luwu Timur (Malili)
  11. Kabupaten Luwu Utara (Masamba)
  12. Kabupaten Maros (Maros)
  13. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkajene)
  14. Kabupaten Pinrang (Pinrang)
  15. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidenreng)
  16. Kabupaten Sinjai (Sinjai)
  17. Kabupaten Soppeng (Watan Soppeng)
  18. Kabupaten Takalar (Takalar)
  19. Kabupaten Tana Toraja (Makale)
  20. Kabupaten Toraja Utara (Rantepao)
  21. Kabupaten Wajo (Sengkang)
  22. Kota Makassar (Makassar)
  23. Kota Palopo (Palopo)
  24. Kota Pare-Pare (Pare-Pare)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI BARAT :
  1. Kabupaten Majene (Majene)
  2. Kabupaten Mamasa (Mamasa)
  3. Kabupaten Mamuju (Mamuju)
  4. Kabupaten Mamuju Utara (Pasangkayu)
  5. Kabupaten Polewali Mandar (Polewali)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI TENGGARA :
  1. Kabupaten Bombana (Rumbia)
  2. Kabupaten Buton (Bau-Bau)
  3. Kabupaten Buton Utara (Buranga)
  4. Kabupaten Kolaka (Kolaka)
  5. Kabupaten Kolaka Utara (Lasusua)
  6. Kabupaten Konawe (Unaaha)
  7. Kabupaten Konawe Selatan (Andolo)
  8. Kabupaten Konawe Utara (Wanggudu)
  9. Kabupaten Muna (Raha)
  10. Kabupaten Wakatobi (Wangi-Wangi)
  11. Kota Bau-Bau (Bau-Bau)
  12. Kota Kendari (Kendari)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI BALI :
  1. Kabupaten Badung (Badung)
  2. Kabupaten Bangli (Bangli)
  3. Kabupaten Buleleng (Singaraja)
  4. Kabupaten Gianyar (Gianyar)
  5. Kabupaten Jembrana (Negara)
  6. Kabupaten Karangasem (Karangasem)
  7. Kabupaten Klungkung (Klukung)
  8. Kabupaten Tabanan (Tabanan)
  9. Kota Denpasar (Denpasar)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI NUSA TENGGARA BARAT :
  1. Kabupaten Bima (Raba)
  2. Kabupaten Dompu (Dompu)
  3. Kabupaten Lombok Barat (Mataram)
  4. Kabupaten Lombok Tengah (Praya)
  5. Kabupaten Lombok Timur (Selong)
  6. Kabupaten Lombok Utara (Tanjung)
  7. Kabupaten Sumbawa (Sumbawa Besar)
  8. Kabupaten Sumbawa Barat (Taliwang)
  9. Kota Bima (Bima)
  10. Kota Mataram (Mataram)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI NUSA TENGGARA TIMUR :
  1. Kabupaten Alor (Kalabahi)
  2. Kabupaten Belu (Atambua)
  3. Kabupaten Ende (Ende)
  4. Kabupaten Flores Timur (Larantuka)
  5. Kabupaten Kupang (Kupang)
  6. Kabupaten Lembata (Lewoleba)
  7. Kabupaten Manggarai (Ruteng)
  8. Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo)
  9. Kabupaten Manggarai Timur (Borong)
  10. Kabupaten Nagekeo (Mbay)
  11. Kabupaten Ngada (Bajawa)
  12. Kabupaten Rote Ndao (Baa)
  13. Kabupaten Sabu Raijua (**********)
  14. Kabupaten Sikka (Maumere)
  15. Kabupaten Sumba Barat (Waikabubak)
  16. Kabupaten Sumba Barat Daya (Tambolaka)
  17. Kabupaten Sumba Tengah (Waibakul)
  18. Kabupaten Sumba Timur (Waingapu)
  19. Kabupaten Timor Tengah Selatan (Soe)
  20. Kabupaten Timor Tengah Utara (Kefamenanu)
  21. Kota Kupang (Kupang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI MALUKU :
  1. Kabupaten Buru (Namlea)
  2. Kabupaten Buru Selatan (Namlore)
  3. Kabupaten Kepulauan Aru (Oobo)
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya (Tiakur)
  5. Kabupaten Maluku Tengah (Masohi)
  6. Kabupaten Maluku Tenggara (Tual)
  7. Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Saumlaki)
  8. Kabupaten Seram Bagian Barat (Dataran Hunipopu)
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur (Dataran Hunimoa)
  10. Kota Ambon (Ambon)
  11. Kota Tual (Tual)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI MALUKU UTARA :
  1. Kabupaten Halmahera Barat (Ternate)
  2. Kabupaten Halmahera Selatan (Labuha)
  3. Kabupaten Halmahera Tengah (Weda)
  4. Kabupaten Halmahera Timur (Maba)
  5. Kabupaten Halmahera Utara (Tobelo)
  6. Kabupaten Kepulauan Sula (Sanana)
  7. Kabupaten Pulau Morotai (**********)
  8. Kota Ternate (Ternate)
  9. Kota Tidore Kepulauan (Tidore Kepulauan)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI PAPUA :
  1. Kabupaten Asmat (Agats)
  2. Kabupaten Biak Numfor (Biak)
  3. Kabupaten Boven Digoel (Tanah Merah)
  4. Kabupaten Deiyai (*********)
  5. Kabupaten Dogiyai (Kigamani)
  6. Kabupaten Intan Jaya (**********)
  7. Kabupaten Jayapura (Sentani)
  8. Kabupaten Jayawijaya (Wamena)
  9. Kabupaten Keerom (Waris)
  10. Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui)
  11. Kabupaten Lanny Jaya (Tiom)
  12. Kabupaten Mamberamo Raya (Burmeso)
  13. Kabupaten Mamberamo Tengah (Kobakma)
  14. Kabupaten Mappi (Kepi)
  15. Kabupaten Merauke (Merauke)
  16. Kabupaten Mimika (Timika)
  17. Kabupaten Nabire (Nabire)
  18. Kabupaten Nduga (Kenyam)
  19. Kabupaten Paniai (Enarotali)
  20. Kabupaten Pegunungan Bintang (Oksibil)
  21. Kabupaten Puncak (Ilaga)
  22. Kabupaten Puncak Jaya (Kotamulia)
  23. Kabupaten Sarmi (Sarmi)
  24. Kabupaten Supiori (Sorendiweri)
  25. Kabupaten Tolikara (Karubaga)
  26. Kabupaten Waropen (Botawa)
  27. Kabupaten Yahukimo (Sumohai)
  28. Kabupaten Yalimo (Elelim)
  29. Kota Jayapura (Jayapura)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI PAPUA BARAT :
  1. Kabupaten Fakfak (Fakfak)
  2. Kabupaten Kaimana (Kaimana)
  3. Kabupaten Manokwari (Manokwari)
  4. Kabupaten Maybrat (**********)
  5. Kabupaten Raja Ampat (Waisai)
  6. Kabupaten Sorong (Sorong)
  7. Kabupaten Sorong Selatan (Teminabuan)
  8. Kabupaten Tambraw (**********)
  9. Kabupaten Teluk Bintuni (Bintuni)
  10. Kabupaten Teluk Wondama (Rasiei)
  11. Kota Sorong (Sorong)