Kamis, 18 April 2013
TUGAS REVIEW JURNAL KELOMPOK
Tugas ini dilakukan secara berkelompok dengan anggota kelompok yaitu:
Anastasia Marinda (C1C010021)
Tival Nugroho Putri (C1C010032)
Giacinta Karlyn Nindrasmara (C1C010035)
Desi Nur Fauziah (C1C010039)
Tryssya Feby Andany (C1C010044)
KLIK DI SINI
Selasa, 16 April 2013
MONITORING CORRUPTION
Makalah ini telah memeriksa hasil
percobaan lapangan di Indonesia,yang dirancang untuk menyelidiki pendekatan
alternatif untuk memerangi korupsi. Peneliti meneliti efek dari dua strategi:
-
monitoring top-down auditor pemerintah
-
monitoring bottom-up melalui partisipasi akar
rumput dalam proses pemantauan desa.
Bukti menunjukkan bahwa kemungkinan audit eksternal substansial
meningkatkan berkurang dana yang hilang dalam proyek. Namun meskipun auditor
menemukan pelanggaran dari beberapa jenis atau lain 90 persen dari desa-desa
yang mereka kunjungi, sebagian besar pelanggaran ini adalah prosedural di alam dan
ada yang sangat sedikit, jika adapun, kasus di mana auditor memiliki bukti konkret
cukup untuk benar-benar mengadili pelanggaran korup. Probabilitas rendah dari
penuntutan resmi dan hukuman menunjukkan bahwa hukuman yang lebih tinggi
bersyarat pada penuntutan dapat pelengkap yang efektif untuk probabilitas audit
yang lebih tinggi.
Bukti tentang partisipasi akar
rumput menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi akar rumput dalam pemantauan
pengeluaran yang hilang berkurang hanya di bawah satu set keadaan tertentu. Pertama,
hasil penelitian menunjukkan bahwa mengundang lebih banyak warga desa untuk
pertemuan monitoring hanya mengurangi hilangnya
biaya tenaga kerja, dengan tidak berdampak pada bahan dan, sebagai akibatnya,
sedikit dampak keseluruhan. Karena sekelompok kecil buruh berdiri untuk mendapatkan
dari mengurangi korupsi dalam persalinan, sedangkan seluruh desa berdiri untuk
mendapatkan dari mengurangi korupsi dalam bahan, hal ini menunjukkan bahwa
pemantauan akar rumput dapat efektif dalam situasi ini. Untuk barang publik di
mana insentif untuk memantau jauh lemah, seperti proyek-proyek infrastruktur
yang dipelajari di sini, hasil menunjukkan bahwa menggunakan auditor
profesional mungkin jauh lebih efektif.
Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa mengeluarkan bentuk komentar anonym untuk mengurangi pengeluaran penduduk desa hilang hanya jika komentar membentuk disebarkan melalui sekolah-sekolah di desa, benar-benar melewati desa pejabat yang mungkin telah terlibat dalam proyek ini. Hal ini menunjukkan bahwa harus diperhatikan dalam merancang program pemantauan akar rumput untuk memastikan bahwa mereka tidak ditangkap oleh elit lokal. Hasil dalam makalah ini merupakan hasil dari intervensi jangka pendek. Jika auditor yang mudah disuap, dari waktu ke waktu desa dapat mengembangkan hubungan dengan auditor yang dapat membuat penyuapan auditor lebih mudah daripada dalam kasus satu-shot diperiksa di sini. Ini mungkin menyarankan, misalnya, bahwa rotasi sering auditor-atau probabilitas rendah audit gabungan dengan tinggi hukuman-mungkin optimal.
Efisiensi dampak pengurangan korupsi juga akan menjadi lebih jelas dengan waktu karena kita dapat mengamati perubahan dalam berapa lama jalan berlangsung. Memahami implikasi jangka panjang kebijakan anti korupsi tetap menjadi penting masalah untuk penelitian masa depan.
Selasa, 02 April 2013
COSO
KOMPONEN PENGENDALIAN INTERN (COSO)
KOMPONEN PENGENDALIAN INTERN (COSO)
Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling berkaitan sebagai berikut:
pengendalian orang-orangnya.
Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua
komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh di dalam lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etik, komitmen terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, gaya manajemen dan gaya operasi, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, praktik dan kebijkan SDM. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap, kesadaran, dan tindakan manajemen, dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern, dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secarakolektif.
mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus
dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifkasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. Manajemen risiko menganalisis hubungan risiko asersi spesifik laporan keuangan dengan aktivitas seperti pencatatan, pemrosesan, pengikhtisaran, dan pelaporan data-data keuangan. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru.
a) Pengendalian Pemrosesan Informasi
-pengendalian umum
-pengendalian aplikasi
- otorisasi yang tepat
-pencatatan dan dokumentasi
-pemeriksaan independen
b)Pemisahan tugas
c)Pengendalian fisik
d)Telaah kinerja
keuangan untuk memahami :
a)Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan
b)Bagaimana transaksi tersebut dimulai
c)Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi
d)Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan
dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk
mengirim, memproses, memelihara, dan mengakses informasi.
Komponen Enterprise Risk Management
Pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling berkaitan sebagai berikut:
- Lingkungan Pengendalian
pengendalian orang-orangnya.
Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua
komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
Lingkungan pengendalian menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh di dalam lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etik, komitmen terhadap kompetensi, dewan direksi dan komite audit, gaya manajemen dan gaya operasi, struktur organisasi, pemberian wewenang dan tanggung jawab, praktik dan kebijkan SDM. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap, kesadaran, dan tindakan manajemen, dan dewan komisaris terhadap lingkungan pengendalian intern, dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secarakolektif.
- Penaksiran Risiko
mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus
dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifkasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. Manajemen risiko menganalisis hubungan risiko asersi spesifik laporan keuangan dengan aktivitas seperti pencatatan, pemrosesan, pengikhtisaran, dan pelaporan data-data keuangan. Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadi dan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah karena berbagai keadaan, antara lain perubahan dalam lingkungan operasi, personel baru, sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki, teknologi baru, lini produk, produk, atau aktivitas baru, restrukturisasi korporasi, operasi luar negeri, dan standar akuntansi baru.
- Aktivitas Pengendalian
a) Pengendalian Pemrosesan Informasi
-pengendalian umum
-pengendalian aplikasi
- otorisasi yang tepat
-pencatatan dan dokumentasi
-pemeriksaan independen
b)Pemisahan tugas
c)Pengendalian fisik
d)Telaah kinerja
- Informasi Dan Komunikasi
keuangan untuk memahami :
a)Golongan transaksi dalam operasi entitas yang signifikan bagi laporan keuangan
b)Bagaimana transaksi tersebut dimulai
c)Catatan akuntansi, informasi pendukung, dan akun tertentu dalam laporan keuangan yang tercakup dalam pengolahan dan pelaporan transaksi
d)Pengolahan akuntansi yang dicakup sejak saat transaksi dimulai sampai dengan
dimasukkan ke dalam laporan keuangan, termasuk alat elektronik yang digunakan untuk
mengirim, memproses, memelihara, dan mengakses informasi.
- Pemantauan / Monitoring
Komponen Enterprise Risk Management
- Lingkungan Internal (Internal Environment) – Lingkungan internal sangat menentukan warna dari sebuah organisasi dan memberi dasar bagi cara pandang terhadap risiko dari setiap orang dalam organisasi tersebut. Di dalam lingkungan internal ini termasuk, filosofi manajemen risiko dan risk appetite, nilai-nilai etika dan integritas, dan lingkungan di mana kesemuanya tersebut berjalan.
- Penentuan Tujuan (Objective Setting) – Tujuan perusahaan harus ada terlebih dahulu sebelum manajemen dapat menidentifikasi kejadian-kejadian yang berpotensi mempengaruhi pencapaian tujuan tersebut. ERM memastikan bahwa manajemen memiliki sebuah proses untuk menetapkan tujuan ddan bahwa tujuan yang dipilih atau ditetapkan tersebut terkait dan mendukung misi perusahaan dan konsisten dengan risk appetite-nya.
- Identifikasi Kejadian (Event Identification) – Kejadian internal dan eksternal yang mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan harus diidentifikasi, dan dibedakan antara risiko dan peluang. Peluang dikembalikan (channeled back) kepada proses penetapan strategi atau tujuan manajemen.
- Penilaian Risiko (Risk Assessment) – Risiko dianalisis dengan memperhitungkan kemungkinan terjadi (likelihood) dan dampaknya (impact), sebagai dasar bagi penentuan bagaimana seharusnya risiko tersebut dikelola.
- Respons Risiko (Risk Response) – Manajemen memilih respons risiko –menghindar (avoiding), menerima (accepting), mengurangi (reducing), atau mengalihkan (sharing risk) – dan mengembangkan satu set kegiatan agar risiko tersebut sesuai dengan toleransi (risk tolerance) dan risk appetite.
- Kegiatan Pengendalian (Control Activities) – Kebijakan dan prosedur yang ditetapkan dan diimplementasikan untuk membantu memastikan respons risiko berjalan dengan efektif.
- Informasi dan komunikasi (Information and Communication) – Informasi yang relevan diidentifikasi, ditangkap, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang memungkinkan setiap orang menjalankan tanggung jawabnya.
- Pengawasan (Monitoring) – Keseluruhan proses ERM dimonitor dan modifikasi dilakukan apabila perlu. Pengawasan dilakukan secara melekat pada kegiatan manajemen yang berjalan terus-menerus, melalui eveluasi secara khusus, atau dengan keduanya
Minggu, 31 Maret 2013
Selasa, 26 Maret 2013
TAHAP-TAHAP PERENCANAAN AUDIT
Langkah-langkah penting dalam merencanakan audit adalah :
1.
Memperoleh
Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri Klien
Agar dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki
pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transakasi, dan
praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
Penting bagi auditor untuk memahami aspek-aspek kunci dari siklus bisnis
klien. Siklus ini dimulai ketika satu organisasi membawa tujuan dan
sumberdayanya secara bersamaan. Siklus bisnis terus berjalan seperti suatu
organisasi memahami kekuatan pasar dam peraturan yang mendefinisikan lingkungan
ompetitif, dan membuat keputusan penting yang berkenaan dengan penyebaran
sumberdaya-sumberdaya ke dalam proses inti untuk memperoleh konsumen serta
mendistribusikan produk dan jasanya.
Proses-proses inti ini harus menghasilkan profitabilitas, arus kas operasi,
dan bergantung pada tujuan organisasi, pertumbuhan dan peningkatan nilai. Jasa
bernilai tambah penting yang ditawarkan akuntan publik berkaitan dengan
penilaian bisnis dan menjelaskan bagaimana arus kas dan pengembangan sumberdaya
yang berkaitan dengan nilai organisasi.
Entitas kemudian harus mengelola arus kasnya untuk mengembangkan
sumberdaya-sumberdaya serta mempertahankan likuiditas dan solvabilitas. Pada
tahap ini suatu entitas harus menentukan sumberdaya tambahan yang diperlukan,
bagaimana sumber daya tersebut akan didanai, apakah entitas memerlukan tambahan
modal dari luar, dan apakah entitas memiliki dana yang cukup untuk membayar
kembali pinjaman. Siklus bisnis berlanjut sejalan dengan organisasi
mempertimbangkan kembali tujuannya dan penyebaran sumberdaya-sumberdaya
pentingnya.
Terdapat beberapa aspek kritis dari siklus bisnis yang penting bagi auditor
untuk dipahami. Hal tersebut termasuk :
a.
Manajemen, tujuan
manajemen, dan sumberdaya-sumberdaya organisasi.
b.
Produk dan jasa,
pasar, pelanggan, dan persaingan entitas.
c.
Proses inti dan
siklus operasional entitas.
d.
Keputusan investasi
dan pembiayaan entitas.
Prosedur untuk memahami bisnis dan industri :
a.
me-review data
industri
b.
me-review informasi
bisnis kecil
c.
mengadakan tinjauan
operasi klien
d.
mengajukan
pertanyaan kepada komite audit
e.
mengajukan
pertanyaan kepada manajemen
f.
me-review kertas
kerja tahun lalu
g.
menentukan
keberadaan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa
2. Melaksanakan prosedur analitik.
Prosedur analitis (pengujian analitis) di definisikan dalam PSA 22 (SA329)
sebagai evaluasi atas
informasi keuangan yang di lakukan dengan mempelajari hubungan logis antara
data keuangan dan non keuangan.
Prosedur
analitis digunakan dalam audit untuk tujuan berikut :
a.
Dalam tahap perencanaan audit, untuk
membantu auditor dalam merencanakan sifat, waktu dan luasnya prosedur audit
lainnya
b.
Dalam tahap pengujian, sebagai
pengujian substantif untuk memperoleh bukti mengenai asersi tertentu yang
berhubungan dengan saldo akun atau transaksi.
c.
Pada penyelesaian audit, dalam
melakukan review akhir terhadap kelayakan keseluruhan laporan keuangan yang
diaudit.
Langkah-langkah
yang terlibat dalam melaksanakan prosedur analitis yaitu :
a.
Mengidentifikasi
perhitungan atau perbandingan yang akan dilakukan
Jenis perhitungan dan perbandingan
data yang digunakan adalah :
-
Perbandingan data
absolut
Prosedur ini membandingkan jumlah
saat ini,s eperti saldo akun, dengan suatu jumlah yang diharapkan atau
diprediksi.
-
Laporan keuangan
ukuran umum
Prosedur ini membandingkan presentasi
dari total yang berhubungan yang direpresentasikan oleh komponen laporan
keuangan dengan jumlah yang diharapkan.
-
Analisis rasio
Sejumlah rasio yang seringkali digunakan oleh
manajemen atau analisis keuangan dapat dihitung dan dibandingkan dengan nilai
yang diharapkan untuk rasio tersebut. Jumlah dari hasil perhitungan dapat
dianalisis secara individual atau dalam kelompok yang berhubungan seperti rasio
solvabilitas, efisiensi, dan profitabilitas.
-
Analisis tren
Analisis tren melibatkan perbandingan
beberapa data bagi lebih dari dua periode akuntansi untuk mengidentifikasi
perubahan penting yang mungkin tidak nyata dari perbandingan yang terbatas pada
periode saat ini dan periode masa lalu
-
Hubungan informasi
keuangan dengan informasi nonkeuangan
Data nonkeuangan seperti jumlah
karyawan, luas ruang penjualan, dan volume barang yang diproduksi mungkin
berguna dalam memperkirakan saldo akun yang berhubungan seperti beban gaji,
penjualan, dan harga pokok produksi.
b.
Mengembangkan
ekspektasi
Dasar pemikiran yang mendasari
prosedur analitis dalam audit adalah hubungan antardata dapat diharapkan untuk
terus berlanjut dalam ketidakberadaan kondisi yang diketahui atau sebaliknya. Selain
itu, penting bagi auditor untuk mengembangkan secara independen ekspektasi
sebelum melaksanakan perhitungan mengenai data klien sehingga perbandingan
akhir tidak bias, dasar pemikiran ini digunakan dalam mengembangkan ekspektasi
dari berbagai sumber.
-
Informasi keuangan
klien untuk periode masa lalu yang daoat dibandingan memberikan pertimbangan
bagi perubahan yang diketahui. Secara sederhana diasumsikan bahwa suatu saldo
akun periode berjalan, persentase ukuran umum, rasio atau hubungan antara data
keuangan dan data nonkeuangan harus memperkirakan jumlah periode masa lalu.
-
Hasil yang
diantisipasi berdasarkan anggaran formal dan peramalan. Pendekatan ini termasuk
anggaran yang disiapkan klien, dan peramalan yang disiapkan oleh auditor.
-
Hubungan antara elemen-elemen
informasi keuangan dalam suatu periode. Hal ini termasuk mempertimbangkan
bagaimana perubahan dalam satu aun diharapkan akan mempengaruhi akun lainnya.
-
Data industri.
Persentase ukuran umum, rasio, dan data tren perusahaan dalam suatu industri
tersedia untuk tujuan perbandingan dari sumber-sumber.
c.
Melaksanakan
perhitungan atau perbandingan.
Langkah ini termasuk mengakumulasi
data yang akan digunakan dalam menghitung jumlah absolut dan persentase
perbedaan antara jumlah saat ini dan tahun lal, menghitung data ukuran umum
serta data rasio, dan lain sebagainya. Selain itu, langkah ini juga termasuk
pengumpulan data industri untuk tujuan perbandingan.
d.
Menganalisis data
dan mengidentifikasi perbedaan signifikan.
Analisis mengenai data rasio yang tepat
menyediakan penilaian berkelanjutan atas solvabilitas, efisiensi dan
profitabilitas relatig terhada tahun lalu dan terhadap perusahaan lain dalam
industri yang sama. Secara serupa, perbandingan data entitas tahun berjalan dan
tahun lalu akan membantu auditor untuk memahami dampak kejadian atau keputusan
penting terhadap laporan keuangan entitas.
e.
Menyelidiki
perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan tersebut.
Hal ini biasanya melibatkan
pertimbangan ulang metode-metode dan faktor-faktor yang digunakan dalam
mengembangkan ekspektasi dan mengajukan pertanyaan kepada manajemen.
f.
Menentukan dampak
hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit.
Perbedaan signifikan yang tidak dapat
dijelaskan biasanya dianggap sebagai indikasi suatu peningkatan risiko salah
saji dalam akun-akun yang terlibat dalam perhitungan perbandingan. Dalam kasus
ini, auditor biasanya akan merencanakan untuk melaksanakan pengujian yang ebih
mendetil terhadap akun-aku tersebut. Prosedur analitis sering menyediakan
auditor petunjuk mengenai apakah suatu akun lebih mungkin dinyatakan lebih saji
atau kurang saji. Dengan mengarahkan perhatian auditor terhadap bidang-bidang
yang memiliki risiko lebih tinggi, prosedur analitis dapat memberikan
kontribusi bagi pelaksanaan audit yang lebih efektif dan efisien.
3.
Mempertimbangkan
tingkat materialitas awal
a. Tingkat laporan keuangan
b. Tingkat saldo akun
Material awal perlu ditetapkan karena pendapat auditor atas kewajaran
laporan keuangan diterapkan pada laporan keuangan sebagai keseluruhan.
4.
Mempertimbangkan
risiko bawaan
Risiko bawaan (inberent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam
saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun. Risiko pengendalian (control
risk) suatu risiko tidak dapat dicegahnya salah saji material dalam suatu saldo
akunatan asersi tentang suatu saldo akun oleh pengendalian intern. Risiko
deteksi (detection risk) suatu risiko tidak terdeteksinya salah saji material
dalam suatu saldo akun atau asersi tentang suatu saldo akun oleh prosedur audit
yang dilaksanakan oleh auditor. Risiko audit suatu risiko kegagalan auditor
dalam memodifikasi pendapatannya atas laporan keuangan yang secara material
disajikan salah.
5.
Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
Tujuan akhir perencanaan dan pelaksanaan audit
yang dilakukan auditor adalah untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang
rendah, untuk mendukung pendapat apakah, dalam semua hal yang material, laporan
keuangan disajikan secara wajar. Tujuan ini diwujudkan melalui pengumpulan dan
evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan yang
disajikan oleh manajemen.Karena keterkaitan antara bukti audit, materialitas,
dan komponen risiko audit (risiko bawaan, risiko pengendalian, danm risiko
deteksi), auditor dapat memilih strategi audit awal dalam perencanaan audit
terhadap asersi individual atau golongan transaksi.
6. Memahami pengendalian intern klien
Penyajian laporan keuangan secara wajar sesuai
dengan prinsip akuntansi berterima umum di in donesia mewajibkan klien untuk
melaksanakan peraturan-peraturan pemerintah dan perjanjian-perjanjian legal
yang lain. Jika material, informasi mengenai kewajiban legal klien, harus
dijelaskan dalam laporan keuangan.
Sebelum memulai verifikasi dan analisis terhadap transaksi dan akun tertentu, auditor perlu memahami kewajiban-kewajiban legal dan perjanjian-perjanjian yang menyangkut klien. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini:
Sebelum memulai verifikasi dan analisis terhadap transaksi dan akun tertentu, auditor perlu memahami kewajiban-kewajiban legal dan perjanjian-perjanjian yang menyangkut klien. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen-dokumen berikut ini:
1. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
2. Perjanjian persekutuan (partnership
agreement)
3. Notulen rapat direksi dan pemegang saham
4. Kontrak
5.Peraturan-peraturan pemerintah yang secara
langsung menyangkut perusahaan klien
6. Arsip korespondensi
Selasa, 19 Maret 2013
10 STANDAR AUDITING
10 standar ini ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia yang dijadikan pedoman audit dalam laporan keuangan historis yang terdiri dari 3 standar yaitu :
- Standar umum
* latihan teknis dan keahlian profesi
*sikap independen
*kemahiran seksama
Jadi auditor harus memiliki keahlian profesi dan pernah mengikuti latihan teknis yang cukup. Berhubungan dengan perikatan auditor harus selalu bersikap independensi. Dan dalam pelaksanaan pekerjaannya auditor harus menggunakan kemahiran profesionalitasnya secara cermat dan seksama.
- Standar pekerjaan lapangan
* Rencana dan supervisi
* Pengendalian internal
* Bukti yang cukup kompeten
Jadi pelaksanaan pekerjaan auditor harus drencanakan dengan sebaik"nya, jika menggunakan asisten perlu di supervisi. Perlu pemahaman memadai tentang pengendalian internal.Bukti audit yang kompeten harus diperoleh dari inspeksi, pengamatan, konfirmasi atau lainnya.
- Standar pelaporan
* Prinsip akuntansi yang berlaku umum
* Ketidakkonsistensian
* Pengungkapan informatif
* Opini keseluruhan
Jadi laporan auditor harus menyatakan bahwa laporan keuangan telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan auditor harus menunujukkan jika ada ketidakkonsistensian penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
- Standar umum
* latihan teknis dan keahlian profesi
*sikap independen
*kemahiran seksama
Jadi auditor harus memiliki keahlian profesi dan pernah mengikuti latihan teknis yang cukup. Berhubungan dengan perikatan auditor harus selalu bersikap independensi. Dan dalam pelaksanaan pekerjaannya auditor harus menggunakan kemahiran profesionalitasnya secara cermat dan seksama.
- Standar pekerjaan lapangan
* Rencana dan supervisi
* Pengendalian internal
* Bukti yang cukup kompeten
Jadi pelaksanaan pekerjaan auditor harus drencanakan dengan sebaik"nya, jika menggunakan asisten perlu di supervisi. Perlu pemahaman memadai tentang pengendalian internal.Bukti audit yang kompeten harus diperoleh dari inspeksi, pengamatan, konfirmasi atau lainnya.
- Standar pelaporan
* Prinsip akuntansi yang berlaku umum
* Ketidakkonsistensian
* Pengungkapan informatif
* Opini keseluruhan
Jadi laporan auditor harus menyatakan bahwa laporan keuangan telah disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan auditor harus menunujukkan jika ada ketidakkonsistensian penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
Rabu, 31 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN DI INDONESIA
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM :
- Kabupaten
Aceh Barat (Meulaboh)
- Kabupaten
Aceh Barat Daya (Blangpidie)
- Kabupaten
Aceh Besar (Kota Jantho)
- Kabupaten
Aceh Jaya (Calang)
- Kabupaten
Aceh Selatan (Tapak Tuan)
- Kabupaten
Aceh Singkil (Singkil)
- Kabupaten
Aceh Tamiang (Karang Baru)
- Kabupaten
Aceh Tengah (Takengon)
- Kabupaten
Aceh Tenggara (Kutacane)
- Kabupaten
Aceh Timur (Idi Rayeuk)
- Kabupaten
Aceh Utara (Lhoksukon)
- Kabupaten
Bener Meriah (Simpang Tiga Redelong)
- Kabupaten
Bireun (Bireun)
- Kabupaten
Gayo Lues (Blang Kejeren)
- Kabupaten
Nagan Raya (Suka Makmue)
- Kabupaten
Pidie (Sigli)
- Kabupaten
Pidie Jaya (Meureudu)
- Kabupaten
Simeulue (Sinabang)
- Kota
Banda Aceh (Banda Aceh)
- Kota
Langsa (Langsa)
- Kota
Lhokseumawe (Lhokseumawe)
- Kota
Sabang (Sabang)
- Kota
Subulussalam (Subulussalam)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA UTARA :
- Kabupaten
Asahan (Kisaran)
- Kabupaten
Batu Bara (Limapuluh)
- Kabupaten
Dairi (Sidikalang)
- Kabupaten
Deli Serdang (Lubuk Pakam)
- Kabupaten
Humbang Hasundutan (Dolok Sanggul)
- Kabupaten
Karo (Kabanjahe)
- Kabupaten
Labuhanbatu (Rantau Prapat)
- Kabupaten
Labuhanbatu Selatan (Kota Pinang)
- Kabupaten
Labuhanbatu Utara (Aek Kanopan)
- Kabupaten
Langkat (Stabat)
- Kabupaten
Mandailing Natal (Panyabungan)
- Kabupaten
Nias (Gunung Sitoli)
- Kabupaten
Nias Barat (**********)
- Kabupaten
Nias Selatan (Teluk Dalam)
- Kabupaten
Nias Utara (**********)
- Kabupaten
Padang Lawas (Sibuhuan)
- Kabupaten
Padang Lawas Utara (Gunung Tua)
- Kabupaten
Pakpak Bharat (Salak)
- Kabupaten
Samosir (Pangururan)
- Kabupaten
Serdang Bedagai (Sei Rampah)
- Kabupaten
Simalungun (Raya)
- Kabupaten
Tapanuli Selatan (Sipirok)
- Kabupaten
Tapanuli Tengah (Pandan)
- Kabupaten
Tapanuli Utara (Tarutung)
- Kabupaten
Toba Samosir (Balige)
- Kota
Binjai (Binjai)
- Kota
Gunung Sitoli (**********)
- Kota
Medan (Medan)
- Kota
Padang Sidempuan (Padang Sidempuan)
- Kota
Pematang Siantar (Pematang Siantar)
- Kota
Sibolga (Sibolga)
- Kota
Tanjung Balai (Tanjung Balai)
- Kota
Tebing Tinggi
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA BARAT :
- Kabupaten
Agam (Lubuk Basung)
- Kabupaten
Dharmasraya (Pulau Punjung)
- Kabupaten
Kepulauan Mentawai (Tuapejat)
- Kabupaten
Lima Puluh Kota (Sarilamak)
- Kabupaten
Padang Pariaman (Parit Malintang)
- Kabupaten
Pasaman (Lubuk Sikaping)
- Kabupaten
Pasaman Barat (Simpang Empat)
- Kabupaten
Pesisir Selatan (Painan)
- Kabupaten
Sijunjung (Muaro Sijunjung)
- Kabupaten
Solok (Arosuka)
- Kabupaten
Solok Selatan (Padang Aro)
- Kabupaten
Tanah Datar (Batusangkar)
- Kota
Bukittinggi (Bukittinggi)
- Kota
Padang (Padang)
- Kota
Padangpanjang (Padangpanjang)
- Kota
Pariaman (Pariaman)
- Kota
Payakumbuh (Payakumbuh)
- Kota
Sawahlunto (Sawahlunto)
- Kota
Solok (Solok)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI JAMBI :
- Kabupaten
Batang Hari (Muara Bulian)
- Kabupaten
Bungo (Muara Bungo)
- Kabupaten
Kerinci (Sungaipenuh)
- Kabupaten
Merangin (Bangko)
- Kabupaten
Muaro Jambi (Sengeti)
- Kabupaten
Sarolangun (Sarolangun)
- Kabupaten
Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal)
- Kabupaten
Tanjung Timur (Muara Sabak)
- Kabupaten
Tebo (Muara Tebo)
- Kota
Jambi (Jambi)
- Kota
Sungai Penuh (Sungai Penuh)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI RIAU :
- Kabupaten
Bengkalis (Bengkalis)
- Kabupaten
Indragiri Hilir (Tembilahan)
- Kabupaten
Indragiri Hulu (Rengat)
- Kabupaten
Kampar (Bangkinang)
- Kabupaten
Kepulauan Meranti (Selatpanjang)
- Kabupaten
Kuantan Singingi (Teluk Kuantan)
- Kabupaten
Pelalawan (Pangkalan Kerinci)
- Kabupaten
Rokan Hilir (Ujung Tanjung/Bagan Siapi-api)
- Kabupaten
Rokan Hulu (Pasir Pengarayan)
- Kabupaten
Siak (Siak Sri Indrapura)
- Kota
Dumai (Dumai)
- Kota
Pekanbaru (Pekanbaru)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI KEPULAUAN RIAU :
- Kabupaten
Bintan (Bandar Seri Bentan)
- Kabupaten
Karimun (Tanjung Balai Karimun)
- Kabupaten
Kepulauan Anambas (Tarempa)
- Kabupaten
Lingga (Daik,Lingga)
- Kabupaten
Natuna (Ranai,Bunguran Timur)
- Kota
Batam (Batam)
- Kota
Tanjung Pinang (Tanjung Pinang)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA SELATAN :
- Kabupaten
Banyuasin (Banyuasin)
- Kabupaten
Empat Lawang (Tebing Tinggi)
- Kabupaten
Lahat (Lahat)
- Kabupaten
Muara Enim (Muara Enim)
- Kabupaten
Musi Banyuasin (Sekayu)
- Kabupaten
Musi Rawas (Lubuk Linggau)
- Kabupaten
Ogan Ilir (Indralaya)
- Kabupaten
Ogan Komering Ilir (Kayu Agung)
- Kabupaten
Ogan Komering Ulu (Baturaja)
- Kabupaten
Ogan Komering Ulu Selatan (Muaradua)
- Kabupaten
Ogan Komering Ulu Timur (Martapura)
- Kota
Lubuklinggau (Lubuklinggau)
- Kota
Pagar Alam (Pagar Alam)
- Kota
Palembang (Palembang)
- Kota
Prabumulih (Prabumulih)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI BANGKA BELITUNG :
- Kabupaten
Bangka (Sungailiat)
- Kabupaten
Bangka Barat (Toboali)
- Kabupaten
Bangka Selatan (Mentok)
- Kabupaten
Bangka Tengah (Koba)
- Kabupaten
Belitung (Tanjungpandan)
- Kabupaten
Belitung Timur (Manggar)
- Kota
Pangkal Pinang (Pangkal Pinang)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI BENGKULU :
- Kabupaten
Bengkulu Selatan (Kota Manna)
- Kabupaten
Bengkulu Tengah (Karang Tinggi)
- Kabupaten
Bengkulu Utara (Arga Makmur)
- Kabupaten
Kaur (Bintuhan,Kaur Selatan)
- Kabupaten
Kepahiang (Kepahiang)
- Kabupaten
Lebong (Muara Aman)
- Kabupaten
Mukomuko (Mukomuko)
- Kabupaten
Rejang Lebong (Curup)
- Kabupaten
Seluma (Tais)
- Kota
Bengkulu (Bengkulu)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI LAMPUNG :
- Kabupaten
Lampung Barat (Liwa)
- Kabupaten
Lampung Selatan (Kalianda)
- Kabupaten
Lampung Tengah (Gunungsugih)
- Kabupaten
Lampung Timur (Sukadana)
- Kabupaten
Lampung Utara (Kotabumi)
- Kabupaten
Mesuji (**********)
- Kabupaten
Pesawaran (Gedong Tataan)
- Kabupaten
Tanggamus (Kotaagung)
- Kabupaten
Tulang Bawang (Menggala)
- Kabupaten
Tulang Bawang Barat (**********)
- Kabupaten
Way Kanan (Blambangan Umpu)
- Kota
Bandar Lampung (Bandar Lampung)
- Kota
Metro (Metro)
- Kota
Pringsewu (**********)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT :
- Kabupaten
Bandung (Soreang)
- Kabupaten
Bandung Barat (Ngamprah)
- Kabupaten
Bekasi (Bekasi)
- Kabupaten
Bogor (Cibinong)
- Kabupaten
Ciamis (Ciamis)
- Kabupaten
Cianjur (Cianjur)
- Kabupaten
Cirebon (Sumber)
- Kabupaten
Garut (Garut)
- Kabupaten
Indramayu (Indramayu)
- Kabupaten
Karawang (Karawang)
- Kabupaten
Kuningan (Kuningan)
- Kabupaten
Majalengka (Majalengka)
- Kabupaten
Purwakarta (Purwakarta)
- Kabupaten
Subang (Subang)
- Kabupaten
Sukabumi (Sukabumi)
- Kabupaten
Sumedang (Sumedang)
- Kabupaten
Tasikmalaya (Singaparna)
- Kota
Bandung (Bandung)
- Kota
Banjar (Banjar)
- Kota
Bekasi (Bekasi)
- Kota
Bogor (Bogor)
- Kota
Cimahi (Cimahi)
- Kota
Cirebon (Cirebon)
- Kota
Depok (Depok)
- Kota
Sukabumi (Sukabumi)
- Kota
Tasikmalaya (Tasikmalaya)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI BANTEN :
- Kabupaten
Lebak (Rangkasbitung)
- Kabupaten
Pandeglang (Pandeglang)
- Kabupaten
Serang (Serang)
- Kabupaten
Tangerang (Tigaraksa)
- Kota
Cilegon (Cilegon)
- Kota
Serang (Serang)
- Kota
Tangerang (Tangerang)
- Kota
Tangerang Selatan (**********)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI DKI JAKARTA :
- Kabupaten
Administratif Kepulauan Seribu (Pulau Pramuka)
- Kota
Administratif Jakarta Barat (Jakarta Barat)
- Kota
Administratif Jakarta Pusat (Jakarta Pusat)
- Kota
Administratif Jakarta Selatan (Jakarta Selatan)
- Kota
Administratif Jakarta Timur (Jakarta Timur)
- Kota
Administratif Jakarta Utara (Jakarta Utara)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH :
- Kabupaten
Banjarnegara (Banjarnegara)
- Kabupaten
Banyumas (Purwokerto)
- Kabupaten
Batang (Batang)
- Kabupaten
Blora (Blora)
- Kabupaten
Boyolali (Boyolali)
- Kabupaten
Brebes (Brebes)
- Kabupaten
Cilacap (Cilacap)
- Kabupaten
Demak (Demak)
- Kabupaten
Grobogan (Purwodadi)
- Kabupaten
Jepara (Jepara)
- Kabupaten
Karanganyar (Karanganyar)
- Kabupaten
Kebumen (Kebumen)
- Kabupaten
Kendal (Kendal)
- Kabupaten
Klaten (Klaten)
- Kabupaten
Kudus (Kudus)
- Kabupaten
Magelang (Mungkid)
- Kabupaten
Pati (Pati)
- Kabupaten
Pekalongan (Kajen)
- Kabupaten
Pemalang (Pemalang)
- Kabupaten
Purbalingga (Purbalingga)
- Kabupaten
Purworejo (Purworejo)
- Kabupaten
Rembang (Rembang)
- Kabupaten
Semarang (Ungaran)
- Kabupaten
Sragen (Sragen)
- Kabupaten
Sukoharjo (Sukoharjo)
- Kabupaten
Tegal (Slawi)
- Kabupaten
Temanggung (Temanggung)
- Kabupaten
Wonogiri (Wonogoro)
- Kabupaten
Wonosobo (Wonosobo)
- Kota
Magelang (Magelang)
- Kota
Pekalongan (Pekalongan)
- Kota
Salatiga (Salatiga)
- Kota
Semarang (Semarang)
- Kota
Surakarta (Surakarta)
- Kota
Tegal (Tegal)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI DI YOGYAKARTA :
- Kabupaten
Bantul (Bantul)
- Kabupaten
Gunung Kidul (Wonosari)
- Kabupaten
Kulonprogo (Wates)
- Kabupaten
Sleman (Sleman)
- Kota
Yogyakarta (Yogyakarta)
NAMA
KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR :
- Kabupaten
Bangkalan (Bangkalan)
- Kabupaten
Banyuwangi (Banyuwangi)
- Kabupaten
Blitar (Blitar)
- Kabupaten
Bojonegoro (Bojonegoro)
- Kabupaten
Bondowoso (Bondowoso)
- Kabupaten
Gresik (Gresik)
- Kabupaten
Jember (Jember)
- Kabupaten
Jombang (Jombang)
- Kabupaten
Kediri (Kediri)
- Kabupaten
Lamongan (Lamongan)
- Kabupaten
Lumajang (Lumajang)
- Kabupaten
Madiun (Madiun)
- Kabupaten
Magetan (Magetan)
- Kabupaten
Malang (Kepanjen)
- Kabupaten
Mojokerto (Mojokerto)
- Kabupaten
Nganjuk (Nganjuk)
- Kabupaten
Ngawi (Ngawi)
- Kabupaten
Pacitan (Pacitan)
- Kabupaten
Pamekasan (Pamekasan)
- Kabupaten
Pasuruan (Pasuruan)
- Kabupaten
Ponorogo (Ponorogo)
- Kabupaten
Probolinggo (Probolinggo)
- Kabupaten
Sampang (Sampang)
- Kabupaten
Sidoarjo (Sidoarjo)
- Kabupaten
Situbondo (Situbondo)
- Kabupaten
Sumenep (Sumenep)
- Kabupaten
Trenggalek (Trenggalek)
- Kabupaten
Tuban (Tuban)
- Kabupaten
Tulungagung (Tulungagung)
- Kota
Batu (Batu)
- Kota
Blitar (Blitar)
- Kota
Kediri (Kediri)
- Kota
Madiun (Madiun)
- Kota
Malang (Malang)
- Kota
Mojokerto (Mojokerto)
- Kota
Pasuruan (Pasuruan)
- Kota
Probolinggo (Probolinggo)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT :
- Kabupaten
Bengkayang (Bengkayang)
- Kabupaten
Kapuas Hulu (Putussibau)
- Kabupaten
Kayong Utara (Sukadana)
- Kabupaten
Ketapang (Ketapang)
- Kabupaten
Kubu Raya (Sungai Raya)
- Kabupaten
Landak (Ngabang)
- Kabupaten
Melawi (Nanga Pinoh)
- Kabupaten
Pontianak (Mempawah)
- Kabupaten
Sambas (Sambas)
- Kabupaten
Sanggau (Batang Tarang)
- Kabupaten
Sekadau (Sekadau)
- Kabupaten
Sintang (Sintang)
- Kota
Pontianak (Pontianak)
- Kota
Singkawang (Singkawang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN
SELATAN :
- Kabupaten
Balangan (Paningin)
- Kabupaten
Banjar (Martapura)
- Kabupaten
Barito Kuala (Marabahan)
- Kabupaten
Hulu Sungai Selatan (Kandangan)
- Kabupaten
Hulu Sungai Tengah (Barabai)
- Kabupaten
Hulu Sungai Utara (Amuntai)
- Kabupaten
Kotabaru (Kotabaru)
- Kabupaten
Tabalong (Tanjung)
- Kabupaten
Tanah Bumbu (Batulicin)
- Kabupaten
Tanah Laut (Pelaihari)
- Kabupaten
Tapin (Rantau)
- Kota
Banjarbaru (Banjarbaru)
- Kota
Banjarmasin (Banjarmasin)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN
TENGAH :
- Kabupaten
Barito Selatan (Buntok)
- Kabupaten
Barito Timur (Tamiang)
- Kabupaten
Barito Utara (Muara Teweh)
- Kabupaten
Gunung Mas (Kuala Kurun)
- Kabupaten
Kapuas (Kuala Kapuas)
- Kabupaten
Katingan (Kasongan)
- Kabupaten
Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun)
- Kabupaten
Kotawaringin Timur (Sampit)
- Kabupaten
Lamandau (Nanga Bulik)
- Kabupaten
Seruyan (Kuala Pembuang)
- Kabupaten
Sukamara (Sukamara)
- Kota
Palangka Raya (Palangka Raya)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN
TIMUR :
- Kabupaten
Berau (Tanjungredep)
- Kabupaten
Bulungan (Tanjungselor)
- Kabupaten
Kutai Barat (Sendawar)
- Kabupaten
Kutai Kartanegara (Tenggarong)
- Kabupaten
Kutai Timur (Sangatta)
- Kabupaten
Malinau (Malinau)
- Kabupaten
Nunukan (Nunukan)
- Kabupaten
Paser (Tanah Grogot)
- Kabupaten
Penajam Paser Utara (Penajam)
- Kabupaten
Tana Tidung (Tidung Pale)
- Kota
Balikpapan (Balikpapan)
- Kota
Bontang (Bontang)
- Kota
Samarinda (Samarinda)
- Kota
Tarakan (Tarakan)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI
UTARA :
- Kabupaten
Bolaang Mongondow (Kotamobagu)
- Kabupaten
Bolaang Mongondow Selatan (Bolaang Uki)
- Kabupaten
Bolaang Mongondow Timur (Tutuyan)
- Kabupaten
Bolaang Mongondow Utara (Boroko)
- Kabupaten
Kepulauan Sangihe (Tahuna)
- Kabupaten
Kepulauan Siau Tagulandung Biaro (Ondong Siau)
- Kabupaten
Kepulauan Talaud (Meloguane)
- Kabupaten
Minahasa (Tondano)
- Kabupaten
Minahasa Selatan (Amurang)
- Kabupaten
Minahasa Tenggara (Ratahan)
- Kabupaten
Minahasa Utara (Airmadidi)
- Kota
Bitung (Bitung)
- Kota
Kotamobagu (Kotamobagu)
- Kota
Manado (Manado)
- Kota
Tomohon (Tomohon)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI GORONTALO :
- Kabupaten
Boalemo (Marisa/Tilamuta)
- Kabupaten
Bone Bolango (Suwawa)
- Kabupaten
Gorontalo (Gorontalo)
- Kabupaten
Gorontalo Utara (Kwandang)
- Kabupaten
Pohuwato (Marisa)
- Kota
Gorontalo (Gorontalo)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI
TENGAH :
- Kabupaten
Banggai (Luwuk)
- Kabupaten
Banggai Kepulauan (Banggai)
- Kabupaten
Buol (Buol)
- Kabupaten
Donggala (Donggala)
- Kabupaten
Morowali (Bungku)
- Kabupaten
Parigi Moutong (Parigi)
- Kabupaten
Poso (Poso)
- Kabupaten
Tojo Una-una (Ampana)
- Kabupaten
Toli-Toli (Toli-Toli)
- Kabupaten
Sigi (Sigi Biromaru)
- Kota
Palu (Palu)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI
SELATAN :
- Kabupaten
Bantaeng (Bantaeng)
- Kabupaten
Barru (Barru)
- Kabupaten
Bone (Watampone)
- Kabupaten
Bulukumba (Bulukumba)
- Kabupaten
Enrekang (Enrekang)
- Kabupaten
Gowa (Sunggu Minasa)
- Kabupaten
Jeneponto (Jeneponto)
- Kabupaten
Kepulauan Selayar (Benteng)
- Kabupaten
Luwu (Palopo)
- Kabupaten
Luwu Timur (Malili)
- Kabupaten
Luwu Utara (Masamba)
- Kabupaten
Maros (Maros)
- Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan (Pangkajene)
- Kabupaten
Pinrang (Pinrang)
- Kabupaten
Sidenreng Rappang (Sidenreng)
- Kabupaten
Sinjai (Sinjai)
- Kabupaten
Soppeng (Watan Soppeng)
- Kabupaten
Takalar (Takalar)
- Kabupaten
Tana Toraja (Makale)
- Kabupaten
Toraja Utara (Rantepao)
- Kabupaten
Wajo (Sengkang)
- Kota
Makassar (Makassar)
- Kota
Palopo (Palopo)
- Kota
Pare-Pare (Pare-Pare)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI BARAT :
- Kabupaten
Majene (Majene)
- Kabupaten
Mamasa (Mamasa)
- Kabupaten
Mamuju (Mamuju)
- Kabupaten
Mamuju Utara (Pasangkayu)
- Kabupaten
Polewali Mandar (Polewali)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI
TENGGARA :
- Kabupaten
Bombana (Rumbia)
- Kabupaten
Buton (Bau-Bau)
- Kabupaten
Buton Utara (Buranga)
- Kabupaten
Kolaka (Kolaka)
- Kabupaten
Kolaka Utara (Lasusua)
- Kabupaten
Konawe (Unaaha)
- Kabupaten
Konawe Selatan (Andolo)
- Kabupaten
Konawe Utara (Wanggudu)
- Kabupaten
Muna (Raha)
- Kabupaten
Wakatobi (Wangi-Wangi)
- Kota
Bau-Bau (Bau-Bau)
- Kota
Kendari (Kendari)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI BALI :
- Kabupaten
Badung (Badung)
- Kabupaten
Bangli (Bangli)
- Kabupaten
Buleleng (Singaraja)
- Kabupaten
Gianyar (Gianyar)
- Kabupaten
Jembrana (Negara)
- Kabupaten
Karangasem (Karangasem)
- Kabupaten
Klungkung (Klukung)
- Kabupaten
Tabanan (Tabanan)
- Kota
Denpasar (Denpasar)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI NUSA
TENGGARA BARAT :
- Kabupaten
Bima (Raba)
- Kabupaten
Dompu (Dompu)
- Kabupaten
Lombok Barat (Mataram)
- Kabupaten
Lombok Tengah (Praya)
- Kabupaten
Lombok Timur (Selong)
- Kabupaten
Lombok Utara (Tanjung)
- Kabupaten
Sumbawa (Sumbawa Besar)
- Kabupaten
Sumbawa Barat (Taliwang)
- Kota
Bima (Bima)
- Kota
Mataram (Mataram)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI NUSA
TENGGARA TIMUR :
- Kabupaten
Alor (Kalabahi)
- Kabupaten
Belu (Atambua)
- Kabupaten
Ende (Ende)
- Kabupaten
Flores Timur (Larantuka)
- Kabupaten
Kupang (Kupang)
- Kabupaten
Lembata (Lewoleba)
- Kabupaten
Manggarai (Ruteng)
- Kabupaten
Manggarai Barat (Labuan Bajo)
- Kabupaten
Manggarai Timur (Borong)
- Kabupaten
Nagekeo (Mbay)
- Kabupaten
Ngada (Bajawa)
- Kabupaten
Rote Ndao (Baa)
- Kabupaten
Sabu Raijua (**********)
- Kabupaten
Sikka (Maumere)
- Kabupaten
Sumba Barat (Waikabubak)
- Kabupaten
Sumba Barat Daya (Tambolaka)
- Kabupaten
Sumba Tengah (Waibakul)
- Kabupaten
Sumba Timur (Waingapu)
- Kabupaten
Timor Tengah Selatan (Soe)
- Kabupaten
Timor Tengah Utara (Kefamenanu)
- Kota
Kupang (Kupang)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI MALUKU :
- Kabupaten Buru
(Namlea)
- Kabupaten Buru
Selatan (Namlore)
- Kabupaten Kepulauan
Aru (Oobo)
- Kabupaten Maluku
Barat Daya (Tiakur)
- Kabupaten Maluku
Tengah (Masohi)
- Kabupaten Maluku
Tenggara (Tual)
- Kabupaten Maluku
Tenggara Barat (Saumlaki)
- Kabupaten Seram
Bagian Barat (Dataran Hunipopu)
- Kabupaten Seram
Bagian Timur (Dataran Hunimoa)
- Kota
Ambon (Ambon)
- Kota
Tual (Tual)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI MALUKU
UTARA :
- Kabupaten Halmahera
Barat (Ternate)
- Kabupaten Halmahera
Selatan (Labuha)
- Kabupaten Halmahera
Tengah (Weda)
- Kabupaten Halmahera
Timur (Maba)
- Kabupaten Halmahera
Utara (Tobelo)
- Kabupaten Kepulauan
Sula (Sanana)
- Kabupaten Pulau
Morotai (**********)
- Kota
Ternate (Ternate)
- Kota
Tidore Kepulauan (Tidore Kepulauan)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI PAPUA :
- Kabupaten Asmat
(Agats)
- Kabupaten Biak
Numfor (Biak)
- Kabupaten Boven Digoel
(Tanah Merah)
- Kabupaten Deiyai
(*********)
- Kabupaten Dogiyai
(Kigamani)
- Kabupaten Intan
Jaya (**********)
- Kabupaten Jayapura
(Sentani)
- Kabupaten Jayawijaya
(Wamena)
- Kabupaten Keerom
(Waris)
- Kabupaten Kepulauan
Yapen (Serui)
- Kabupaten Lanny
Jaya (Tiom)
- Kabupaten Mamberamo
Raya (Burmeso)
- Kabupaten Mamberamo
Tengah (Kobakma)
- Kabupaten Mappi
(Kepi)
- Kabupaten Merauke
(Merauke)
- Kabupaten Mimika
(Timika)
- Kabupaten Nabire
(Nabire)
- Kabupaten Nduga
(Kenyam)
- Kabupaten Paniai
(Enarotali)
- Kabupaten Pegunungan
Bintang (Oksibil)
- Kabupaten Puncak
(Ilaga)
- Kabupaten Puncak
Jaya (Kotamulia)
- Kabupaten Sarmi
(Sarmi)
- Kabupaten Supiori
(Sorendiweri)
- Kabupaten Tolikara
(Karubaga)
- Kabupaten Waropen
(Botawa)
- Kabupaten Yahukimo
(Sumohai)
- Kabupaten Yalimo
(Elelim)
- Kota
Jayapura (Jayapura)
NAMA KABUPATEN/KOTA DI PAPUA
BARAT :
- Kabupaten Fakfak
(Fakfak)
- Kabupaten Kaimana
(Kaimana)
- Kabupaten Manokwari
(Manokwari)
- Kabupaten Maybrat
(**********)
- Kabupaten Raja
Ampat (Waisai)
- Kabupaten Sorong
(Sorong)
- Kabupaten Sorong
Selatan (Teminabuan)
- Kabupaten Tambraw
(**********)
- Kabupaten Teluk
Bintuni (Bintuni)
- Kabupaten Teluk
Wondama (Rasiei)
- Kota
Sorong (Sorong)
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)